21 Feb 2010

Karakteristik angklung 5M + 1M

Daeng Soetigna adalah tokoh angklung modern yang pada tahun 1938 berhasil membuat angklung diatonis yang digubahnya dari angklung tradisional pentatonis.
Menurut Daeng Soetigna angklung memiliki karakteristik-karakteristik unik yang membuatnya mampu bertahan meskipun berasal dari kesenian tradisionil. Karakteristik tersebut diutarakan oleh Daeng Soetigna dengan sebutan 5M, yaitu:

1 Mudah: tidak diperlukan teknik yang sulit untuk dapat memainkan angklung
2 Murah: dibandingkan alat musik modern yang lain seperti guitar atau piano.
3 Menarik:keunikannya membangkitkan perhatian terhadap musik
4 Mendidik: mengajarkan kerjasama,disiplin,ketangkasan
5 Massal: cocok dimainkan oleh banyak orang.
Dengan karakteristik diatas,tidak mengherankan apabila angklung menjadi terkenal di seluruh dunia,bahkan alat musik angklung diusulkan masuk daftar warisan budaya dunia.
Namun dipandang dari sisi produsen sejalan dengan meningkatnya popularitas angklung,karakteristik 5M (mudah,murah,menarik,mendidik,massal) tidak cukup memuaskan konsumen.Konsumen tidak puas dengan hanya unik dan menarik dari segi penampilan saja,tetapi juga menuntut 1 “M” lagi yaitu mutu,baik mutu suara maupun keawetan alat musik.
Suara yang di tune dengan akurat diperlukan untuk berkolaborasi dengan alat musik modern yang lain.
Untuk mendapatkan “M”(mutu) yang satu ini diperlukan kerja ekstra yang menyita biaya dan waktu yaitu:
-perlu lebih memperhatikan proses pengeringan bahan bambu untuk angklung.
-perlu melakukan proses sortir terhadap tabung tabung angklung yang bersuara kurang nyaring.
-perlu melakukan proses double tuning,pertama dengan alat tuning computer,kedua di tuning secara manual dengan kepekaan pendengaran.
Sebaliknya dari sisi lain lagi,beberapa orang yang awam masih belum dapat membedakan antara angklung untuk souvenir dan angklung sebagai alat musik,yang perbandingan harga diantara keduanya cukup jauh.
By: LM