10 Jun 2009

Pertemuan Pertama

Suatu hari tante Kioe adik papi,mampir kerumah dan berkata kepadaku.”besok pagi pagi akan datang teman tante dari Salatiga ingin berkenalan ,sekalian mengantar kamu ke sekolah.”
Setelah kuceritakan berita itu kepada papi,dia mengatakan kalau teman tante itu orang Sulawesi dan masih ada kebiasaan makan daging manusia pada orang orang luar pulau.

Saya terdiam dengan pikiran melayang layang membayangkan gambar wajah suku Indian,gambar suku dayak dan orang orang yang sedang melakukan tari cakalele(tari perang).

Kemudian saya memutuskan kali ini saya harus berhati hati,meskipun saya tahu beberapa ucapan papi,sulit untuk dipercaya.

Sudah dua bulan lamanya saya tidur menemani nenek,untuk membuktikan dan melihat nenek “bertelur”,karena ucapan papi dengan wajah serius mengatakan orang orang tertentu semakin tua akan mengeluarkan telur,digambarkan bentuk telurnya seperti batu pualam dan lebih besar dari telur ayam.

Pagi pagi benar,saya sudah mempersiapkan diri,dan sekitar jam 6.00 pagi seseorang yang mengendarai sepeda motor,berjaket dan mengenakan helm datang menjemput.
Kami berkenalan dan memanggil dia om Petrus.
Tak lama kemudian saya dibonceng menuju suatu tempat yang katanya tempat memelihara ikan.Tempat itu bernama Balongan cukup jauh dari pusat kota Tegal dan sepi,setahu saya orang Tegal jarang berkunjung ketempat itu,kecuali setahun sekali,pada perayaan pesta air(peh cun).

Sambil memarkir motor,kemudian dia melepas helm yang menarik perhatian karena baru pertama kali saya melihat pengaman kepala yang pada tahun 1960 an,masih jarang digunakan.

Kami berjalan beberapa saat ,sampai akhirnya dia berkata,” saatnya makan pagi ,” saya melihat di sekeliling tempat itu sepi,tidak ada penjual makanan.

Saya tercekat,apa yang yang akan dimakan?

Kemudian dia merogoh jaket kulitnya,dikeluarkannya martabak Bandung dari balik jaketnya,dan kami makan bersama sama,sebelum di antar ke SD Pius Tegal untuk bersekolah.

Saat makan malam di rumah,saya berkata ke mami.”Mih,…saya nyaris dimakan om Petrus……untungnya dia masih punya persediaan martabak….
Mami tidak menjawab,hanya melirik kearah papi..

By : MM dari cerita papa.