8 Mar 2015

Nelwan Katuuk

 Nelwan Arthur Dendeng Katuuk is

, blind musician who improved the design of kolintang, a Minahasa traditional music instrument

Selengkapnya...

Mallet

Mallet (Pemukul)

From Wikipedia, the free encyclopedia
This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (January 2010)
For other uses, see Mallet (disambiguation).
mallet is a kind of hammer, often made of rubber or sometimes wood, that is smaller than a maul or beetle and usually with a relatively large head.

Tools

A wooden mallet.
Stonemason's mallets of plastic, wood and steel
Indian Cobbler Tool kit
Tool mallets come in different types, the most common of which are:
  • Rubber mallets are used when a softer blow is called for than that delivered by a metal hammer. They are typically used to form sheet metal, since they don't leave marks and are softer, as well as for forcing tight-fitting parts together, for shifting plasterboard into place, in upholstery, and a variety of other general purposes, including some toys. It is a tool of preference for wood workers using chisels, with plastic, metal or wooden handles - as they give a softened strike with a positive drive. It is the most commonly used mallet.
  • Wooden mallet, usually used in carpentry to knock wooden pieces together, or to drive dowels or chisels. A wooden mallet will not deform the striking end of a metal tool, as most metal hammers would, and it also reduces the force required to drive the cutting edge of a chisel. Hardwood mallets are also used to knock in cricket bats.
  • CopperBrass and leaden mallets are typically used on machinery to apply force to parts with a reduced risk of damaging them and to avoid sparks. As these metals are softer than steel, the mallet is deformed rather than any steel object it is hitting.
  • Meat mallets tenderise or flatten meat. Made from wood or metal, they are typically two-sided, one flat with slight bumps, and the other with more pronounced protrusions.1 Their use has lessened with the invention of cube steak machines and other electric tenderisers.[citation needed]
Less common mallets include:
  • Rawhide mallets, which may employ rawhide covering a steel head, or simply consist of rolled-up rawhide, are used for leatherworkjewellery, and assembling electric motors and delicate machinery.
  • Plastic mallets, made of nylonpolycarbonate, or polystyrene are used especially in leatherwork and jewellery.
  • Split head mallets, which have removable faces which can be changed to an appropriate material for the job.
  • Beetle mallet, or a large mallet with a circular wood or plastic head, with rounded ends about 18 inches to 15 inched in diameter, with a handle about 3 feet (0.91 m) long. It is used by paviours for putting paving stones into position when bedding. Beetles are also used in jobs such as timber framingto shift the bases of large wooden posts, fit joints, and drive in pegs.2
  • Dead blow mallets, which have an internal cavity filled with steel or lead shot. This addition evens out the time-impulse curve of the impact, enabling a more powerful blow to be delivered without risk of marring the target.
Mallets of various types are some of the oldest forms of tools, and have been found in stone age gravesites.

Musical instruments

Main article: Percussion mallet
Mallets used as drumsticks are often used to strike a marimbaxylophone,glockenspielmetallophone, or vibraphone, collectively referred to as mallet percussion. They usually have shafts made of rattanbirch, or fiberglass. Rattan shafts are more flexible than the other materials. Heads vary in size, shape, and material. They may be made of metal, plastic, rubber, or wood, and some are wrapped with feltcord, or yarn. Heavier heads produce louder sounds. Harder heads produce sharper and louder sounds and generate more overtones.
Mallets are commonly used as children's toys. Lightweight wooden mallets are used for peg toys. Toy mallets are also used in games such as Whac-A-Mole. Another type of toy mallet is a plastic mallet made of soft, hollow vinyl, withbellows and a built-in whistle, so that when the mallet is struck, it produces a sharp, chirping sound.
Selengkapnya...

19 Agt 2013

Kolintang Kawanua Vienna

Kolintang musical instruments first came to Austria in 1984, and played a year later in the Christmas celebration taking place in Albertschweitzer Haus. After that, Kolintang musical instruments regularly performed for various cultural nights organized by either churches or other prominent institutions in Vienna. It has been guest to 9 Austrian provinces and performed in many Austrian cities.
Due to its fast growing popularity in Austria more Kolintang performances were held. With the support of the Indonesian Embassy in Vienna, Austria, Kolintang could also perform in other countries such as Bulgaria, Italy and Germany.
In 2005, Kolintang Musical Group was given the privilege to use the name of Kawanua Österreich due to the origin of Kolintang musical instruments which come from Minahasa, North Sulawesi, Indonesia. Since then, whenever Kolintang is performing in public, this name is used. Members of the Kolintang Musical Group include Indonesians who live in Austria and staff of the Indonesian Embassy in Vienna, Austria.

Selengkapnya...

17 Feb 2013

Buku Panduan Bermain Kolintang

Selengkapnya...

23 Jul 2012

Tari Maengket


Maengket adalah paduan dari sekaligus seni tari, musik dan nyanyi, serta seni sastra yang terukir dalam lirik lagu yang dilantunkan. Sejumlah pengamat kesenian bahkan melihat maengket sebagai satu bentuk khas sendratari berpadu opera. Apapun, maengket memang merupakan sebuah adikarya kebudayaan puncak yang tercipta melalui proses panjang penyempurnaan demi penyempurnaan. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian terutama menanam padi di ladang. Kalau dulu nenek moyang Minahasa, maengket hanya dimainkan pada waktu panen padi dengan gerakan-gerakan yang hanya sederhana, maka sekarang tarian maengket telah berkembang teristimewa bentuk dan tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syair/sastra lagunya. Maengket terdiri dari 3 babak, yaitu : - Maowey Kamberu - Marambak - Lalayaan. Maowey Kamberu adalah suatu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, dimana hasil pertanian terutama tanaman padi yang berlipat ganda/banyak. Marambak adalah tarian dengan semangat kegotong-royongan (mapalus), rakyat Minahasa bantu membantu membuat rumah yang baru. Selesai rumah dibangun maka diadakan pesta naik rumah baru atau dalam bahasa daerah disebut “rumambak” atau menguji kekuatan rumah baru dan semua masyarakat kampung diundang dalam pengucapan syukur. Lalayaan adalah tari yang dilakukan saat bulan purnama Mahatambulelenen, para muda-mudi melangsungkan acara Makaria’an — mencari teman hidup. Diposkan oleh Tuama
Selengkapnya...

Musik Kolintang


Kolintang Raksasa Minahasa telah didaftarkan di Guinness World Records oleh Dr. Benny J. Mamoto. Dengan ini mempertegas bahwa musik Kolintang milik bangsa Minahasa. Kolintang adalah nama alat dan sekaligus jenis musik. Rangkaian bilah kayu yang diketuk membentuk irama. Dalam khazanah dunia musik, ini disebut jenis musik xylophone. Sejarah musik kolintang dapat ditelusuri jauh hingga zaman awal leluhur orang Minahasa. Beberapa na’asaren atau kisah rakyat (folklore) yang sudah sangat tua menyebut peran alat musik terbuat dari kayu ini. Dikisahkan betapa suara musik kayu konon sanggup menghalau setan penguasa hutan yang sedang menawan seorang anak kecil. Legenda lain menuturkan, dalam musyawarah agung di Watu Pinawetengan, setiap pencanangan butir demi butir keputusan yang disepakati, selalu diiringi serangkaian ketukan musik kayu itu. Budayawan senior Alfred Sundah merekonstruksi sejumlah data untuk menyimpulkan bahwa para pembuat garam di pesisir pantai Minahasa zaman dulu — yang sering menjadi sasaran penculikan para perompak dari Mindanao — adalah orang-orang yang gemar bermusik dengan menggunakan kayu ringan yang mereka temui terapung di pantai. Merekalah yang membawa tradisi bermusik kolintang di Filipina, dengan nama yang sama dengan Minahasa: “kulintang". Diposkan oleh Tuama
Selengkapnya...

Musik Bambu Minahasa

Musik BAMBU Minahasa di mulai dari musik suling penthatonis lima lobang yang menjadi salahsatu alat musikdari ‘Musik Maoling ‘terdiri dari Kolintang gong ,tambur dan gong besar .Suling bambu kemungkinan datang dari Ternate bersama Kolintang gong (momongan) melalui perdagangan beras Minahasa sejak Jaman Portugis di Minahasa sampai jaman V.O.C. Belanda 1560 –1870 . Suling bamboo lima nada terlihat pada gambar skestsa buku Ethnographische Miszelen Celebes . A.B. Meyer ,O.Richter ,Dresden ,1902 . Tahun 1844 Zending Belanda berusaha menghapus alat musik gong di Minahasa dan menggantikannya dengan musik suling . Ketika Gubernemen Belanda minta guru –guru Zending mengajar di sekolah Gubernemen , maka para guru Zending mengajarkan lagu gerejani dengan solmisasi musik suling oktaf . Musik suling anak – anak sekolah dengan tiga suara di lihat oleh N. Graafland di Kawangkoan korps musik HINDIA BELANDA mengiringi pemberangkatan serdadu Minahasa ke perang Jawa,tahun 1829 yang memakai alat musik tiup dan tambur di pelabuan manado (Wenang ) . korps musik kerajaan Belanda ini juga yang mengiringi tarian katreli oleh para milisi orang Manado- Minahasa di Manado tahun 1885 (J. Hickson – 1889 :345) .Tahun 1930-an korps musik ‘ Marching Band ‘ kerajaan Belanda di Manado bernama ‘IRENE BRIGADE BLAAS INSTRUMENT ‘ . Musik bamboo berbentuk orkes kemungkinan munjul pertama kali sekitar tahun 1880an terdiri dari sederetan peniup suling , tambur besar kecil ,Korno (Hoorn) , Piston dari bamboo ,Bombardon (bas) dari bamboo ,pontuang dan gong , hingga di sebut ‘Musik bamboo ‘ Foto musik bamboo ,.Tondano tahun 1917 terlihat selain sederetan peniup suling ,ada TAMBUR dan GENDERANG buatan Eroupah serta KLARINET dan TROMPET buatan Eropah juga ada gong dan pontuang . Musik ‘ Suling Bambu’ sudah berubah menjadi musik ;orkes ‘ yang alat musik nya bukan hanya suling ,dan sudah menggunakan alat musikbuatan eropah . Untuk membuat tiruan alat musik eropah ,Tuba (piston) dan bas dari bahan logam seng aluminiumdi perlukan keahlian ‘Tukang Blek ‘ yang umumnya orang Cina. Seorang “Tukang Blek “ dari Amurang Minahasa Selatan bernama KEK – BENG tahun 1932 berhasil membuat tiruan alat musik Eropah TUBA dan BOMBARDON (bas) dari bahan Seng aluminium yang di gunting – gunting kemudian di alas pakai timah . Dengan demikian ORKES SULING BAMBU dengan TUBA (Piston) dan BAS dari bahan Bambu ditahun 1932 berubah menjadi MUSIK BAMBU SENG . Sampai tahun 1957 sebelum pergolakan permesta , seluruh musik bamboo di Minahasa sudah berbentuk musik bamboo Seng seperti orkes musik bamboo ‘ Garuda ‘(Buyungon) , ‘ Banteng “ (Rumoong bawah) ,’ Nasional (Kawangkoan bawah ) , ‘ Uluna (Tondano) ,Orion (Kakaskasen –Tomohon) dan yang lainnya . Kemudian Arie Kristen juga di Amurang mencoba membuat musik tiup memakai alat getar meniru alat musik Klarinet buatan Eropah yang mulai umum di gunakan oleh kelompok musik bamboo mulai tahun 1960 –an . Dengan demikian lahir lagi periode baru dalam orkes Musik bamboo Minahasa menjadi ‘ MUSIK BAMBU ‘ ,SENG ,KLARINET ‘dimana hanya suling dan korno yang terbuat dari bamboo .Karena alat musik dari seng aluminium cepat berlombang terkena air liur manusia yang mengandung garam , lalu di cari lembaran kuningan mulai tahun 1970 - an , karena mudah di bentuk alat tiup bas dan Tuba mengalami perubahan menjadi ‘Tuba Celo ‘ dan “ Tuba benyo ‘ , ditambah lagi dengan alat musik tiup yang di beri nama Saxophone ,Oterton dan Trombon , mengikuti nama –nama alat musik tiup orkestra eropah . Karena bahan kuningan cepat menjadi buram terkena keringat manusia , maka di cari bahan logam lain supaya alat musik tiup nampak selalu bercahaya tanpa selaulu harus di gosokdan di bersihkan . Pilihan lembaran logam itu adalah besi putih ‘ steinles steel’ warna perak berkilau , lebih kuat dari kuningan tapi agaksulit di bentuk. Cara memainkan alat musik bamboo sama dengan memainkan alat musik ‘ Marching Band ‘korps musik angkatan bersenjata dan kepolisian .Oleh karna itu pada parade angkatan bersenjata Republik Indonesia yang umumnya terdiri dari para Laskar rakyat tahun 1945 di lapangan IKADA Jakarta ,ketika angkatan bersenjata R.I.belum punya korps musik ,di gunakan Orkes Musik bamboo pemadam kebakaran cideng Jakarta yang terdiri dari para putra Kawanua Secara tradisi diMinahasa ,semua kelompok orkes Musik bamboo memiliki ‘ Vandel’yang bertuliskan indentitas nama kelompok musik bamboo dan asal desa atau kampung wilayah kecapatan . Musik bambu juga sudah menjadi musik bergengsi yang dapat menaikan statussosialpihak yang mengundang ,seperti penjemputan Tamu agung , acara perkawinan , dan acara –acara yang di selenggarakan oleh pihak pemerintah daerah .Satu kelompok musik bamboo beranggotakan sekitar 30 (tiga pulu) orang, memainkan alatmusik tiup (Aero[hone) dan alat musik getar (mambranophone) seperti Tambur, Drum ,Simbal, agar dapat menghasilkan suara gegap –gempita memeriahkan suasana atau mengiring dansa acara pesta. Diposkan oleh Tuama
Selengkapnya...